Penulis: rahmanfaisalerison@gmail.com

  • Hai Manusia Favoritku

    Terimakasih banyak untuk 2 thn 9 Bulan nya..
    Terimakasih kasih karena pernah menjadi partner yang baik bahkan begitu baik padaku…
    Aku tidak akan marah, tidak akan benci dan dendam, karena kita pernah sebahagia itu…
    Tetap menjadi manusia yang rendah hati, tetap berbuat baik pada siapapun..
    Semoga hari-hari mu lebih bahagia lagi bersama orang-orang yang menyayangi kamu. Jadilah manusia yang lebih baik lagi, lebih dewasa lagi, lebih bertanggung jawab…dan doa-doa yang terbaik untuk mu.. n_n

    OST Yovie & Nuno – Sempat Memiliki

  • Mimpiku Bernama Kamu

    Di sebuah kota yang tidak terlalu ramai, hiduplah seorang pria yang sering dianggap terlalu sederhana untuk memiliki mimpi besar. Namanya Arga. Ia bukan anak dari keluarga terpandang, bukan pula seseorang yang lahir dengan segala kemudahan. Namun, ada satu hal yang selalu ia miliki: keyakinan.

    Banyak orang bermimpi tentang rumah mewah, jabatan tinggi, atau kehidupan yang penuh kemewahan. Arga juga memiliki mimpi. Tetapi mimpinya berbeda. Mimpinya memiliki nama, senyum, dan sepasang mata yang selalu membuatnya ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

    Mimpinya adalah seorang wanita bernama Merah.

    Bukan karena kecantikannya semata. Bukan karena pesonanya yang membuat banyak pria menoleh ketika ia lewat. Arga mencintai Merah karena wanita itu mampu membuatnya percaya bahwa hidup harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Setiap kali melihat Merah tersenyum, Arga menemukan alasan baru untuk bekerja lebih keras.

    Namun Arga sadar, cinta tidak cukup dibangun hanya dengan perasaan. Ia tidak ingin datang kepada Merah hanya dengan janji-janji yang indah. Ia ingin datang membawa bukti bahwa dirinya pantas diperjuangkan.

    Karena itu, setiap hari ia bekerja tanpa mengenal lelah. Ketika orang lain beristirahat, ia masih berusaha menyelesaikan pekerjaannya. Ketika banyak orang memilih menyerah pada keadaan, ia memilih bertahan. Bukan karena ia mengejar kekayaan semata, tetapi karena ia sedang mengejar masa depan yang ingin ia bangun bersama wanita yang dicintainya.

    Suatu malam, ketika mereka duduk di bawah langit yang dipenuhi bintang, Merah bertanya dengan suara pelan.

    “Apa yang membuatmu terus berjuang seperti ini?”

    Arga tersenyum. Untuk sesaat ia menatap langit, lalu memandang wanita di sampingnya.

    “Aku punya mimpi.”

    “Mimpi seperti apa?”

    Arga menarik napas dalam-dalam.

    “Mimpi yang setiap hari memberiku alasan untuk bangun dan melangkah lebih jauh. Mimpi yang membuatku tidak takut menghadapi kegagalan. Mimpi yang membuatku percaya bahwa semua perjuangan ini akan berarti.”

    Merah tersenyum kecil.

    “Dan apa mimpimu itu?”

    Arga menatap matanya dengan penuh ketulusan.

    “Kamu.”

    Merah terdiam.

    “Aku tidak sedang bermimpi untuk memilikimu hari ini juga. Aku tidak sedang memintamu menungguku tanpa alasan. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa setiap langkah yang aku ambil hari ini adalah usaha untuk menjadi pria yang pantas berada di sampingmu. Aku ingin ketika aku datang kepada orang tuamu suatu hari nanti, aku datang bukan hanya membawa cinta, tetapi juga tanggung jawab.”

    Angin malam berhembus lembut.

    Arga melanjutkan perkataannya.

    “Mungkin aku belum sampai di tujuan. Mungkin aku masih jauh dari kata sempurna. Tetapi aku ingin kamu percaya satu hal. Aku tidak sedang bermain-main dengan perasaanmu. Aku sedang memperjuangkan masa depan yang melibatkanmu di dalamnya.”

    Matanya berbinar penuh keyakinan.

    “Aku akan terus berusaha. Aku akan jatuh dan bangkit berkali-kali jika perlu. Aku akan belajar menjadi lebih baik setiap harinya. Karena aku ingin membuktikan bahwa cintaku bukan sekadar kata-kata. Aku ingin membuktikan bahwa aku benar-benar mampu mendapatkannya.”

    “Mendapatkan apa?” tanya Merah pelan.

    Arga tersenyum.

    “Kesempatan untuk memanggilmu istriku.”

    Malam itu tidak ada janji yang berlebihan. Tidak ada sumpah yang terdengar sempurna. Hanya ada ketulusan seorang pria yang sedang mengejar mimpinya.

    Dan bagi Arga, mimpi itu bukan tentang memiliki dunia.

    Mimpi itu adalah membangun dunia bersama wanita yang ia cintai.

    Karena terkadang, mimpi terbesar seorang pria bukanlah menjadi yang paling kaya, paling terkenal, atau paling hebat. Melainkan menjadi seseorang yang layak untuk menggenggam tangan wanita yang dicintainya, lalu berkata dengan penuh kebanggaan:

    “Aku sudah sampai sejauh ini, dan aku ingin menghabiskan sisa perjalanan hidupku bersamamu.”

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!